081296718180 mastrie90@gmail.com

PENGANTAR

Mata pelajaran (mapel) Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) bidang Pengolahan bertujuan memberikan keterampilan berinovasi dan kreativitas dalam berwirausaha kepada murid melalui bidang pengolahan. Untuk level SMA dibagi menjadi 2 mapel, yaitu :

  • Prakarya – Pengolahan untuk kelas X pada fase E
  • Prakarya dan Kewirausahaan – Pengolahan untuk kelas XI dan XII pada fase F

Panduan mapel PKWU-Pengolahan merupakan pedoman dalam memahami kompetensi yang harus dicapai murid dan pembelajarannya berdasarkan :

  • Capaian Pembelajaran (CP) yang memberikan acuan dalam merancang pembelajaran yang sifatnya instructional effect (tujuan yang ingin dicapai melalui pembelajaran tertentu, berbentuk pengetahuan dan keterampilan),
  • Pembelajaran Mendalam (PM) memberikan panduan pembelajaran yang sifatnya nurturant effect (tujuan pembelajaran yang lebih merupakan hasil sampingan dari proses pembelajaran, diantaranya berpikir kritis, bersifat terbuka, kreatif, dan disiplin).
  • Dimensi Profil Lulusan (DPL) merupakan kerangka kerja pembelajaran mendalam sebanyak 8 buah, meliputi : Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, dan Komunikasi,
  • Penerapan prinsip pembelajaran mendalam yang meliputi : berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dan membangun pengalaman belajar (memahami, mengaplikasi, merefleksi).

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

CP merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai murid di akhir setiap Fase. Capaian mata pelajaran Prakarya Pengolahan dan Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan ditargetkan untuk Fase E&F, sebagai berikut :

  • CP FASE E
    • Mapel : Prakarya – Pengolahan
    • Kelas : X
    • Tujuan :
      • Observasi dan Eksplorasi : Menganalisis dan menginformasikan bahan, alat, dan teknik pengolahan, pengemasan, dan penyajian produk olahan pangan nusantara dan atau nonpangan.
      • Perencanaan : Merancang pengembangan produk olahan pangan nusantara dan atau nonpangan secara sistematis dan kreatif.
      • Produksi : Membuat, mengemas, dan menyajikan produk olahan pangan nusantara dan atau nonpangan hasil rancangan pengembangan secara kreatif dan inovatif.
      • Refleksi dan Evaluasi : Mengevaluasi dan merefleksi setiap tahapan pengembangan produk olahan pangan nusantara dan atau nonpangan.
    • Materi :
      • Karakteristik produk, bahan, alat, teknik pengolahan, pengemasan, dan penyajian produk olahan pangan nusantara dan atau nonpangan;
      • Rancangan pengembangan produk olahan pangan nusantara dan atau nonpangan
      • Pembuatan, pengemasan, dan penyajian produk olahan pangan nusantara dan atau nonpangan hasil rancangan pengembangan secara kreatifinovatif
      • Evaluasi dan refleksi setiap tahapan pengembangan produk olahan pangan nusantara dan atau nonpangan
    • Projek :
      • Produk Pangan Nabati
      • Produk Nonpangan Nabati
      • Produk Pangan Hewani
      • Produk Nonpangan Hewani
  • CP FASE F
    • Mapel : Prakarya dan Kewirausahaan – Pengolahan
    • Kelas : XI & XII
    • Tujuan :
      • Observasi dan Eksplorasi : Menganalisis produk olahan pangan dan atau nonpangan berdasarkan peluang usaha dan keberlanjutan sumber daya alam dan lingkungan.
      • Perencanaan : Merancang pengembangan produk dalam bentuk proposal usaha.
      • Produksi : Membuat, mengemas, menyajikan, dan memasarkan produk olahan pangan dan atau nonpangan sesuai proposal usaha.
      • Refleksi dan Evaluasi : Mengevaluasi kualitas produk, proses produksi, dan perbaikan berkelanjutan berbasis data..
    • Materi :
      • Peluang usaha dan keberlanjutan sumber daya alam dan lingkungan;
      • Proposal usaha pengembangan produk olahan pangan dan atau nonpangan;
      • Pembuatan, pengemasan, dan penyajian produk olahan pangan dan atau nonpangan sesuai proposal usaha;
      • Pemasaran produk olahan pangan dan atau nonpangan;
      • Evaluasi dan refleksi kualitas produk, proses produksi, dan perbaikan berkelanjutan berbasis data.
    • Projek Kelas XI :
      • Produk Lauk Pauk Khas Daerah
      • Produk Eco Enzyme
      • Produk Olahan Kontinental
      • Produk Nonpangan Perkebunan
    • Projek Kelas XII :
      • Produk Nonpangan Herbal
      • Produk Olahan Oriental
      • Produk Pengawetan Nabati
      • Produk Pengawetan Hewani

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  • FASE E
Elemen Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Alur Tujuan Pembelajaran
Observasi dan Eksplorasi
  • Murid mampu menganalisis dan menginformasikan bahan, alat, dan teknik pengolahan, pengemasan, dan penyajian produk olahan pangan nusantara dan atau nonpangan
  • Mengeksplorasi produk olahan pangan nusantara.
  • Menganalisis karakteristik bahan, alat, teknik, dan prosedur pengolahan, serta penyajian dan kemasan produk olahan pangan nusantara.
  • Mengeksplorasi produk olahan pangan nusantara.
  • Menganalisis karakteristik bahan, alat, teknik, dan prosedur pengolahan, serta penyajian dan kemasan produk olahan pangan nusantara.
Desain / Perencanaan Murid mampu merancang pengembangan produk olahan pangan nusantara dan atau nonpangan secara sistematis dan kreatif.
  • Menyusun rencana pengembangan produk olahan pangan nusantara dan atau nonpangan secara sistematis dan kreatif.
  • Menyusun rencana pengembangan produk olahan pangan nusantara secara sistematis dan kreatif.

 

Produksi Murid mampu membuat, mengemas, dan menyajikan produk olahan pangan nusantara dan atau nonpangan hasil rancangan pengembangan secara kreatif dan inovatif
  • Mengembangkan produk olahan pangan nusantara secara kreatif dan inovatif.
  • Mengemas, menyajikan dan mempresentasikan hasil produk olahan pangan nusantara secara menarik dan komunikatif.

 

  • Mengembangkan produk olahan pangan nusantara secara kreatif dan inovatif.
  • mengemas, menyajikan dan mempresentasikan hasil produk olahan pangan nusantara secara menarik dan komunikatif.
Refleksi dan Evaluasi Murid mampu mengevaluasi dan merefleksi setiap tahapan pengembangan produk olahan pangan nusantara dan atau nonpangan.
  • Mengidentifikasi hasil refleksi dari observasi, eksplorasi, desain, dan produksi untuk pengembangan produk olahan pangan nusantara.
  • Mengevaluasi tahapan pengembangan produk olahan pangan nusantara.
  • Merefleksi setiap tahapan pengembangan produk olahan pangan nusantara

 

  • Mengidentifikasi hasil refleksi dari observasi, eksplorasi, desain, dan produksi untuk pengembangan produk olahan pangan nusantara.
  • Mengevaluasi tahapan pengembangan produk olahan pangan nusantara.
  • Merefleksi setiap tahapan pengembangan produk olahan pangan nusantara
  • FASE F
Elemen Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Alur Tujuan Pembelajaran
Observasi dan Eksplorasi Murid mampu menganalisis produk olahan pangan dan atau nonpangan berdasarkan peluang usaha dan keberlanjutan sumber daya alam dan lingkungan.
  • Mengobservasi produk olahan pangan berdasarkan peluang usaha dan keberlanjutan sumber daya alam dan lingkungan.
  • Mengeksplorasi produk olahan pangan berdasarkan peluang usaha dan keberlanjutan sumber daya alam dan lingkungan
  • Mengobservasi produk olahan pangan berdasarkan peluang u]saha dan keberlanjutan sumber daya alam dan lingkungan.
  • Mengeksplorasi produk olahan pangan berdasarkan peluang usaha dan keberlanjutan sumber daya alam dan lingkungan
Desain/ Perencanaan Murid mampu merancang pengembangan produk dalam bentuk proposal usaha Merancang pengembangan produk dalam bentuk proposal usaha Merancang pengembangan produk dalam bentuk proposal usaha
Produksi Murid mampu membuat, mengemas, menyajikan, dan memasarkan produk olahan pangan dan atau nonpangan sesuai proposal usaha
  • Membuat produk olahan pangan sesuai proposal usaha.
  • Mengemas produk olahan pangan sesuai proposal usaha.
  • Menerapkan strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing produk sesuai proposal usaha
  • Membuat produk olahan pangan sesuai proposal usaha.
  • Mengemas produk olahan pangan sesuai proposal usaha.
  • Menerapkan strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing produk sesuai proposal usaha.
Refleksi dan Evaluasi Murid mampu mengevaluasi kualitas produk, proses produksi, dan perbaikan berkelanjutan berbasis data

 

  • Melakukan evaluasi berbasis data terhadap kualitas dan proses produk olahan pangan.
  • Menerapkan strategi perbaikan berkelanjutan melalui umpan balik pasar terhadap produk olahan pangan.
  • Melakukan evaluasi berbasis data terhadap kualitas dan proses produk olahan pangan.
  • Menerapkan strategi perbaikan berkelanjutan melalui umpan balik pasar terhadap produk olahan pangan.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

Perencanaan Pembelajaran

Modul Ajar Prakarya Pengolahan

Mata Pelajaran           : Prakarya Pengolahan

Fase / Kelas                 : E / X

Alokasi Waktu             : 4 Pertemuan (8 JP)

 

  • Identifikasi Dimensi Profil Lulusan (DPL)

 

o   Keimanan & Ketaqwaan o   Penalaran Kritis o   Kolaborasi o   Kesehatan
o   Kewargaan o   Kreativitas o   Kemandirian o   Komunikasi

 

  • Desain Pembelajaran

 

NO TUJUAN PEMBELAJARAN DESKRIPSI
1 Tujuan Pembelajaran Menganalisis karakteristik bahan, alat, teknik dan prosedur pengolahan, serta penyajian dan kemasan produk olahan pangan nusantara
2 Praktik Pedagogis Pembelajaran akan dilakukan dengan model pembelajaran Discovery Learning pada pertemuan pertama dan Inquiry Learning pada pertemuan kedua guna memberikan pemahaman materi pada murid, serta Project Based Learning pada pertemuan ketiga dan keempat guna memberikan pengalaman belajar pengaplikasian serta refleksi pembelajaran.
3 Lingkungan Belajaran Memberikan kesempatan murid dalam berdiskusi, berkolaborasi, dan eksplorasi produk olahan pangan di ruang kelas dan pasar tradisional.
4 Kemitraan Pembelajaran Pendidik Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dan dunia usaha seperti pedagang makanan di lingkungan sekitar satuan pendidikan, pasar tradisional atau lingkungan rumah.
5 Pemanfaatan Digital Artikel dan Video yang berhubungan dengan materi pembelajaran, serta aplikasi pesan sebagai refleksi pembelajaran
6 Lintas Disiplin Ilmu Pembelajaran berkolaborasi dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia pada materi Laporan Hasil Observasi di kelas X

 

  • Pengalaman Belajar Pertemuan
  • Pertemuan 1 : Mengidentifikasi karakteristik bahan, alat yang digunakan, dan teknik pengolahan.
    • Pengalaman dan Prinsip Belajar
      • Pengalaman Belajar : Memahami
      • Prinsip Pembelajaran : Bermakna dan Berkesadaran
    • Aktivitas Pembelajaran
      • Asesmen Awal
        • Pendidik menyajikan gambar produk atau produk nyata olahan pangan.
        • Pendidik mengajukan pertanyaan kepada beberapa murid sebagai berikut
          • Apa bahan dasar dari produk tersebut?
          • Bagaimana karakter dari bahan dasar yang digunakan pada produk tersebut?
          • Kira-kira alat apa saja yang bisa kalian gunakan dalam membuat produk tersebut?
          • Teknik pengolahan apa yang digunakan untuk menghasilkan produk tersebut?
        • Asesmen Formatif
          • Memahami pentingnya analisis karakter bahan, alat, dan teknik pengolahan dari suatu produk
          • Memahami karakter bahan dasar produk dengan baik
          • Memahami alat dari suatu produk dengan benar
          • Memahami teknik pengolahan dari suatu produk dengan benar
        • Pertemuan 2: Mendeskripsikan prosedur pengolahan, penyajian dan pengemasan
          • Pengalaman dan Prinsip Belajar
            • Pengalaman Belajar : Memahami
            • Prinsip Pembelajaran : Bermakna dan Berkesadaran
          • Aktivitas Pembelajaran
            • Pendidik menyiapkan dua gambar produk yang diolah, dikemas, dan disajikan dengan cara berbeda, atau membawa produk asli sebagai pemantik pembelajaran
            • Murid yang ditunjuk, diminta mendeskripsikan perbedaan kedua gambar dari segi pengolahan, penyajian, pengemasan, dan dampaknya
            • Pendidik memberikan umpan balik positif dari hasil deskripsi yang dilakukan secara lisan dan memperkuat pentingnya mempelajari materi ini
            • Pendidik membagikan Lembar Kerja Pengolahan, Penyajian dan Pengemasan
            • Murid memilih tiga produk olahan pangan yang sering dikonsumsi atau yang telah mereka konsumsi
            • Pendidik dan murid berdiskusi terkait temuan hasil informasi yang didapatkan, dengan menghampiri masing-masing murid.
            • Murid diberikan kesempatan untuk menjelaskan dan menanggapi murid lainnya.
            • Pendidik melakukan asesmen formatif
            • Murid melakukan refleksi terhadap suasana dan konten pembelajaran. refleksi suasana dengan memilih atau menggambar emoji.
            • Asesmen Formatif
              • Lembar Kerja Pengolahan, Pengemasan, dan Penyajian Produk
              • Jelaskan informasi produk berupa : Nama produk, Pengemasan, Prosedur pengolahan, Penyajian
            • Pertemuan 3 : Menyusun Lembar Observasi produk olahan pangan nusantara
              • Pengalaman dan Prinsip Belajar
                • Pengalaman Belajar : Mengaplikasi
                • Prinsip Pembelajaran : Berkesadaran dan Mengembirakan
              • Aktivitas Pembelajaran
                • Pendidik melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan
                  • satu minggu ini olahan pangan nusantara apa yang kalian makan/beli?
                  • bagaimana rasanya?
                  • di mana belinya?
                  • lihat proses membuatnya atau tidak?
                  • Apakah kalian telah memiliki rencana lokasi observasi produk olahan pangan nusantara?
                • Murid dikelompokkan berdasarkan tingkat pemahaman
                • Setiap kelompok menyusun Lembar Kerja Rancangan Aktivitas Observasi.
                • Pendidik berkolaborasi untuk mengevaluasi Lembar Rancangan Aktivitas Observasi
                • Murid melakukan observasi sesuai dengan rancangan yang telah dibuat. Alternatif : Observasi dapat dilakukan berkelompok di kantin, pasar tradisional, atau sekitar rumah
              • Pertemuan 4: Menganalisis produk olahan pangan nusantara.
                • Pengalaman dan Prinsip Belajar
                  • Pengalaman Belajar : Merefleksi
                  • Prinsip Pembelajaran : Bermakna dan Berkesadaran
                • Aktivitas Pembelajaran
                  • Murid berkelompok dan menganalisis hasil observasi yang telah dilakukan.
                  • Setiap kelompok menyusun laporan hasil observasi.
                  • Pendidik memberikan pendampingan sesuai kebutuhan setiap kelompok.
                  • Pendidik memfasilitasi kegiatan refleksi pembelajaran dengan memberikan angket pertanyaan sebagai berikut.
                    • Apa saja kesulitan yang kalian alami saat melakukan observasi ini, seperti tingkat pemahaman, komunikasi antar teman dalam kelompok, dan masih banyak lagi?
                    • Bagaimana cara kalian mengatasi kesulitan yang kalian alami?
                    • Apa yang dapat kalian pelajari dari kegiatan mengamati produk olahan pangan ini?
                    • Apakah produk olahan pangan di masyarakat yang kalian observasi, telah memenuhi kesesuaian bahan, alat, pengolahan, kemasan dan penyajian seperti yang telah kalian pelajari?
                    • Jika dikaitkan dengan hasil belajar kalian tentang bahan, alat, pengolahan, kemasan dan penyajian, langkah apa yang bisa kalian lakukan untuk memperbaiki produk tersebut dikemudian hari?
                  • Pendidik membahas hasil angket yang dikumpulkan dengan mengaitkan pada konteks lain, seperti pentingnya melakukan observasi untuk mengetahui karakteristik produk dalam membantu mengembangkan UMKM sekitar.
                  • Pendidik melakukan asesmen sumatif berdasarkan hasil observasi dari laporan yang disusun oleh murid
                  • Asesmen Sumatif
No Aspek 1 2 3 4
1 Hasil Analisis Karakter Bahan Dasar        
2 Hasil Analisis Alat Pembuatan        
3 Hasil Analisis Teknik Pengolahan        
4 Hasil Analisis Prosedur Pengolahan        
5 Hasil Analisis Pengemasan Produk        
6 Hasil Analisis Penyajian Produk        
Hasil  

0 – 40               : Belum mencapai, remedial di seluruh bagian

41 – 65             : Belum mencapai ketuntasan, remedial di bagian yang diperlukan

66 – 85             : Sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial

86 – 100          : Sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih