081296718180 mastrie90@gmail.com

Tema 1 : Mengenal Keragaman

Topik 1 : Mengenal Keragaman di Kelas

Keragaman murid berarti setiap murid memiliki karakteristik yang berbeda, yang meliputi keragaman :

  • Sosial budaya, setiap anak tumbuh dalam lingkungan sosial dan budaya yang berbeda, dan membentuk cara mereka berpikir, merasa, dan bertindak, dimana anak belajar melalui kebiasaan, pengalaman, dan interaksi sehari-hari dengan orang di sekitar mereka
  • Kebutuhan khusus murid, mencakup berbagai kondisi yang membuat anak memerlukan dukungan tambahan dalam belajar, Disabilitas adalah kondisi jangka panjang yang membatasi seseorang dalam menjalankan aktivitas, baik secara fisik, mental, intelektual, maupun sensorik, Difabilitas atau difabel (different ability/kemampuan yang berbeda), setiap orang memiliki kemampuan dan cara yang berbeda dalam menjalankan fungsi dan berinteraksi dengan lingkungannya, bukan suatu kekurangan, bertujuan untuk membangun penghargaan terhadap keunikan dan potensi setiap individu

Faktor sosial budaya yang memengaruhi pembelajaran murid, antara lain :

  • Lingkungan Keluarga, meliputi :
    • Status Sosial Ekonomi (SES): Kombinasi dari tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan pendapatan orang tua. 
    • Struktur Keluarga : keluarga inti, keluarga besar. Waktu dan kualitas kebersamaan, keluarga yang tidak utuh 
    • Pola Asuh Orang Tua : otoritatif, otoriter, permisif, dan abai memberi pengaruh berbeda. 
    • Keluarga Rentan : kekerasan dalam rumah tangga, penelantaran, dan pelecehan fisik atau emosional
    • Orang Tua dengan Gangguan Psikiatri atau Penyakit Kronis : gangguan jiwa atau AIDS
  • Faktor Pribadi, meliputi :
    • Kesehatan Fisik dan Mental : Anak yang sehat dan bahagia, anak yang mengalami hambatan seperti depresi, kecemasan, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), atau Oppositional Defiant Disorder (ODD) 
    • Temperamen Anak : Anak yang mudah beradaptasi, anak yang impulsif atau mudah stres 
    • Isu Emosional : marah, sulit fokus, atau prestasinya menurun. Konflik keluarga, kekerasan, atau bullying 
    • Usia : Anak usia dini sangat bergantung pada orang dewasa. Saat makin besar, mereka mulai belajar mandiri dan membangun pemahaman dari pengalaman.
  • Faktor Sosial, meliputi :
    • Nilai Budaya : memiliki nilai-nilai yang membentuk cara anak memandang diri dan menghadapi tantangan.
    • Prasangka dan Diskriminasi : Sikap negatif terhadap perbedaan gender, etnis, atau kondisi fisik serta gangguan citra tubuh atau gangguan makan.

Hambatan fisik adalah kondisi yang menunjukkan adanya hambatan dalam kemampuan bergerak, berpindah tempat, atau menggunakan bagian tubuh tertentu secara optimal. Kondisi ini bisa muncul sejak lahir. Bisa juga terjadi karena penyakit, cedera, atau gangguan medis lainnya, macam-macam hambatan fisik dibagi menjadi tiga kategori, yaitu :

  • Gangguan Neuromotor, yaitu kondisi yang membuat seseorang kesulitan mengendalikan gerakan tubuhnya. Hal ini biasanya disebabkan oleh gangguan pada otak atau sistem saraf, antara lain :
    • Cerebral Palsy (CP), gangguan saraf yang memengaruhi gerakan, koordinasi otot, dan postur tubuh
    • Spina bifida,  adalah kelainan bawaan pada tulang belakang dan saraf di sekitarnya
    • Gangguan kejang,  adalah kondisi ketika seseorang mengalami kejang berulang
    • Cedera Otak Traumatik (Traumatic Brain Injury atau TBI), terjadi ketika otak mengalami kerusakan akibat benturan, pukulan, atau guncangan keras di kepala
  • Penyakit Degeneratif, yaitu penyakit kronis yang menyebabkan fungsi tubuh menurun secara bertahap, seperti Muscular Dystrophy
    Penyakit ini membuat otot-otot melemah secara bertahap.
  • Gangguan Ortopedik dan Muskuloskeletal, yaitu gangguan yang terjadi pada otot, tulang, atau rangka tubuh, seperti :
    • Amputasi (Kehilangan Anggota Tubuh)
    • Kelainan Tulang Belakang
    • Clubfoot. Kelainan bawaan di mana satu atau kedua kaki bayi tampak melengkung ke dalam dan ke bawah

Hambatan sensorik adalah gangguan pada indera penerima rangsangan (sensorik) yang mengakibatkan individu mengalami kesulitan dalam menerima, mengolah, atau merespons informasi dari lingkungan, meliputi fungsi :

  • penglihatan (visual), hambatan penglihatan (disabilitas netra), berupa ketidakmampuan untuk melihat sama sekali (totally blind) atau memiliki penglihatan yang terbatas (low vision)
  • pendengaran (auditori), hambatan pendengaran (disabilitas rungu), meliputi :
    • Hard of hearing (kurang dengar) : masih memiliki sisa pendengaran dan bisa memahami bahasa lisan dengan atau tanpa alat bantu,
    • Tuli : kehilangan pendengaran secara total atau hampir total, sehingga tidak dapat memproses informasi bahasa melalui pendengaran, bahkan alat bantu dengar.

 

 

 

Topik 2 : Mengelola Keragaman

 

 

Pengantar :   Tema 1 :   Tema 2 :   Tema 3 :    Tema 4 :