081296718180 mastrie90@gmail.com

MySQL merupakan sebuah sistem manajemen basis data (database management system/DBMS) yang menggunakan perintah dasar SQL (Structured Query Language), yang open source, yaitu Free Software (perangkat lunak bebas) dan Shareware (perangkat lunak berpemilik yang penggunaannya terbatas) dengan lisensi GNU General Public License (GPL, yang termasuk jenis Relational Database Management System (RDBMS). MySQL adalah sistem manajemen basis data yang menggunakan bahasa SQL sebagai bahasa penghubung antara perangkat lunak aplikasi dengan database server

SQL sendiri merupakan suatu bahasa yang dipakai untuk pengambilan atau pengelolaan data pada relational database atau basis data yang terstruktur. SQL (Structured Query Language) merupakan bahasa pemrograman khusus yang digunakan untuk memanajemen data dalam RDBMS. SQL berupa perintah yang berisi instruksi untuk memanipulasi data, sering disingkat dengan sebutan query

Untuk mendapatkan MySQL dan phpMyAdmin secara bersamaan dengan menginstal XAMPP atau WAMP atau sejenisnya, dan menghidupkan service apache dan mysql di XAMPP control panel, lalu buka http://localhost/phpmyadmin/ di browser dan klik tab atau menu SQL yang ada di navigasi atas.

Perintah atau query SQL tidak sensitif (insensitive), jadi mau kalian menuliskannya dengan huruf besar semua atau huruf kecil semua bahkan besar kecil hurufnya tidak akan berpengaruh (akan dieksekusi secara normal). Penulisan perintah atau query SQL sangat dibebaskan, kalian bisa menambahkan tab atau menulis di baris baru (selama belum ada titik koma maka tab atau baris baru di anggap sebagai satu spasi). Jadi kalian bisa menuliskan perintah atau query sampai berbaris-baris. Kalian bisa memanfaatkan kelebihan tersebut jika perintah atau query SQL sangat panjang

Berikut perintah sql yang sering dipakai :

  • SHOW DATABASES;, untuk menampilkan menampilkan semua database yang ada atau yang terdaftar
  • CREATE DATABASE xxx;, untuk membuat database
  • CREATE TABLE xxx;, untuk membuat tabel pada database
  • SHOW TABLES;, untuk menampilkan tabel pada database
  • SHOW COLUMNS FROM tabelxxx;, untuk menampilkan kolom pada tabel
  • INSERT INTO tabelxxx (aaa, bbb, ccc, ddd) VALUES (‘aaa’, ‘bbb’, ‘ccc’, ‘ddd’);, digunakan untuk menambahkan data pada tabel
  • SELECT kolom FROM tabel;, untuk menampilkan data dari tabel yang ada di database
  • Fungsi komentar adalah media informasi, misalnya mendefinisikan komentar untuk menginformasikan fungsi detail perintah-perintah SQL, Komentar untuk satu baris cukup dengan menyertakan tanda pagar (#) atau strip 2x dan spasi (– ) di awal. Komentar untuk beberapa baris (boleh berapa saja karena tidak terbatas) diawali dengan (/*) dan di akhiri dengan (*/).

Di MySQL banyak sekali macam-macam tipe datanya, antara lain :

  • Tipe data integer, tipe data untuk angka bulat, meliputi :
    • tinyint : -128 sampai 127 atau 0 sampai 255
    • smallint : -32.768 sampai 32.767 atau 0 sampai 65.535
    • mediumint : -8.388.608 sampai 8.388.607 atau 0 sampai 16.777.215
    • int : -2.147.483.648 sampai 2.147.483.647 atau 0 sampai 4.294.967.295
    • bigint : -9.223.372.036.854.775.808 sampai 9.223.372.036.854.775.807 atau 0 sampai 18.446.744.073.709.551.615
  • Tipe data fixed point, angka pecahan atau desimal, dimana jumlah angka pecahan (angka di belakang koma) sudah di tentukan dari awal, tergantung dari opsional valuenya, dimana value pertama adalah total jumlah digit keseluruhan dan value kedua adalah jumlah digit dibelakang koma (pecahan) :
    • decimal : misalnya DECIMAL(8, 2) akan mendefiniskan suatu kolom agar memuat 8 digit angka, dengan 6 angka di depan koma, dan 2 digit angka di belakang koma
  • Tipe data floating point, nilai pecahan yang dapat diinput bisa berbeda-beda :
    • float : jangkaunya -3,402823466E+38 sampai 3,402823466E+38
    • double : jangkauannya -1,7976931348623157E+308 sampai 1,7976931348623157E+308
  • Tipe data string (huruf), berpa data karakter atau tulisan, :
    • char : value maksimal 255 karakter
    • varchar : value maksimal 65.535 karakter
    • binary : disimpan secara biner (bit per bit)  dalam ukuran yang tetap jangkauan 255 karakter
    • varbinary : disimpan secara biner (bit per bit)  dalam ukuran berubah jangkauan 65.535 karakter
    • tinytext : jangkauan 255
    • text : jangkauan 65.535
    • mediumtext : jangkauan 16.777.215
    • longtext : jangkauan 4.294.967.295
    • tinyblob : jangkauan 255
    • blob : jangkauan 65.535
    • mediumblob : jangkauan 16.777.215
    • longblob : jangkauan 4.294.967.295
  • Tipe data date:
    • date : jangkauan 1000-01-01 sampai 9999-12-13
    • datetime : jangkauan 1000-01-01 00:00:00 sampai 9999-12-31 23:59:59
    • timestamp : jangkauan 1970-01-01 00:00:01 UTC sampai 2038-01-19 03:14:07 UTC
    • time : jangkauan -838:59:59 sampai 838:59:59
    • year : YEAR(4) atau YEAR(2)
  • Tipe data khusus:
    • enum : khusus untuk kolom dimana nilai datanya sudah ditentukan sebelumnya, dapat berisi 1 sampai dengan 65,535 pilihan string

Atribut tipe data adalah aturan yang kalian terapkan untuk sebuah kolom. antara lain :

  • Atribut AUTO_INCREMENT digunakan untuk tipe data numerik (biasanya tipe data INT), dimana jika kalian menetapkan sebuah kolom dengan atribut AUTO_INCREMENT, maka setiap kali kalian menginputkan data, nilai pada kolom ini akan bertambah 1. Nilai pada kolom tersebut juga akan bertambah jika kalian input dengan NULL atau nilai 0. Pada sebuah tabel, hanya 1 kolom yang dapat dikenai atribut AUTO_INCREMENT. Setiap kolom AUTO_INCREMENT juga akan dikenakan atribut NOT NULL secara otomatis. Kolom AUTO_INCREMENT juga harus digunakan sebagai KEY (biasanya PRIMARY KEY).
  • Atribut BINARY digunakan untuk tipe data huruf, seperti CHAR dan VARCHAR. Tipe data CHAR, VARCHAR dan TEXT tidak membedakan antara huruf besar dan kecil (case-insensitive), namun jika diberikan atribut BINARY, maka kolom tersebut akan membedakan antara huruf besar dan kecil (case-sensitive).
  • Atribut DEFAULT dapat digunakan pada hampir semua tipe data. Fungsinya untuk menyediakan nilai bawaan untuk kolom seandainya tidak ada data yang diinput kepada kolom tersebut.
  • Atribut NOT NULL dapat digunakan pada hampir semua tipe data, Fungsinya untuk memastikan bahwa nilai pada kolom tersebut tidak boleh kosong. Jika kalian menginput data, namun tidak memberikan nilai untuk kolom tersebut, akan menghasilkan error pada MySQL.
  • Atribut NULL merupakan kebalikan dari NOT NULL, dimana jika sebuah kolom didefinisikan dengan NULL, maka kolom tersebut bisa tanpa nilai atau kosong.
  • Atribut UNSIGNED digunakan untuk tipe data numerik, namun berbeda sifatnya untuk tipe data INT, DECIMAL dan FLOAT. Untuk tipe data INT, atribut UNSIGNED berfungsi mengorbankan nilai negatif, untuk mendapatkan jangkauan nilai positif yang lebih tinggi. Namun untuk tipe data DECIMAL dan FLOAT, atribut UNSIGNED hanya akan menghilangkan nilai negatif, tanpa menambah jangkauan data.
  • Atribut SIGNED digunakan untuk tipe data numerik. Berlawanan dengan atribut UNSIGNED, dimana atribut ini berfungsi agar kolom dapat menampung nilai negatif. Atribut SIGNED biasanya dicantumkan hanya untuk menegaskan bahwa kolom tersebut mendukung nilai negatif, karena MySQL sendiri telah menyediakan nilai negatif secara default untuk seluruh tipe numerik.
  • Atribut ZEROFILL digunakan untuk tipe data numerik, dimana berfungsi untuk tampilan format data yang akan mengisi nilai 0 di sebelah kiri dari data. Jika kalian menggunakan atribut ZEROFILL untuk suatu kolom, secara otomatis kolom tersebut juga dikenakan attribut UNSIGNED.

CRUD untuk manipulasi data dasar pada database, meliputi :

  • Create : Menambah data kedalam tabel yang ada pada database.
  • Read : Membaca data di tabel yang ada pada database.
  • Update : Mengubah data yang sudah ada di tabel pada database.
  • Delete : Menghapus data yang sudah ada di tabel pada database.

Primary key dapat diartikan sebagai kolom yang berisi nilai unik, berfungsi sebagai identitas untuk membedakan setiap record yang ada pada tabel (pembeda data), untuk dapat menentukan kolom primary key pada sebuah tabel, harus memperhatikan beberapa syarat agar sebuah kolom dapat ditentukan (didefinisikan) sebagai primary key, yaitu :

  • Data yang ada pada kolom tersebut harus merupakan nilai unik (tidak boleh ada data yang sama).
  • Kolom tersebut wajib diisi (tidak boleh kosong).
  • Dalam 1 tabel hanya terdapat 1 primary key (tidak bisa lebih dari 1)

Berikut adalah beberapa contoh data yang bisa di ibaratkan sebagai primary key :

  • Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)
  • Nomor Induk Pegawai (NIP)
  • Nomor Induk Mahasiswa (NIM)
  • Nomor Induk Kependudukan (NIK)

Atau dengan memanfaatkan atribut tipe data AUTO_INCREMENT, misalnya mempunyai tabel transaksi lalu menambahkan kolom id_transaksi dengan tipe data INT dan menambahkan atribut AUTO_INCREMENT lalu mendefinisikannya sebagai PRIMARY KEY, jadi setiap ada data baru yang di masukkan ke tabel tersebut maka kolom id_transaksi valuenya akan terus bertambah 1 (value kolom id_transaksi terakhir + 1) secara otomatis (jadi tidak akan ada data pada kolom id_transaksi yang duplikat).

SELECT DISTINCT merupakan query select yang berfungsi untuk menampilkan data tanpa adanya duplikat atau redudansi, format penulisannya : SELECT DISTINCT(kolomxxx) FROM tabelxxx;

Fungsi LIMIT pada SELECT digunakan untuk membatasi data yang ditampilkan pada saat pencarian (pengambilan) data di database MySQL. Jadi bisa menampilkan berapa banyak data dan ingin menampilkan data awal dari baris ke berapa. Berikut adalah contoh penggunaan select limit :

  • SELECT * FROM murid LIMIT 5;
  • SELECT * FROM murid LIMIT 2, 3;

Fungsi ORDER BY untuk mengurutkan data. Nilainya bisa ascending (A-Z) dan descending (Z-A). Tentunya fungsi ini akan sangat berguna apabila ingin mengurutkan data agar terlihat lebih rapih dan memudahkan mencari data jika datanya kita buat berurutan. Berikut adalah contoh penggunaan ORDER BY di perintah SELECT:

  • SELECT * FROM tabelxxx ORDER BY kolomxxx ASC;
  • SELECT * FROM tabelxxx ORDER BY kolomxxx DESC;

SELECT WHERE untuk menampilkan data yang hanya memenuhi kriteria tertentu saja, contoh perintahnya seperti berikut : SELECT * FROM tabelxxx WHERE kolomxxx = ‘xxx’; atau SELECT * FROM tabelxxx WHERE kolomxxx = xxx; jika data numerik atau interger

Operator perbandingan untuk menyaring data pada perintah SELECT WHERE,  macam-macam operator perbandingan pada MySQL antara lain :

  • =                    sama dengan
  • != atau <>    tidak sama dengan
  • >                    lebih besar
  • >=                  lebih besar sama dengan
  • <                    lebih kecil
  • <=                  lebih kecil sama dengan

Operator BETWEEN digunakan untuk menampilkan data sesuai dengan batas awal data dan batas akhir data (di dalam range). Perintah dasar untuk fungsi operator BETWEEN adalah seperti berikut : SELECT * FROM tabelxxx WHERE kolomxxx BETWEEN batas_awal AND batas_akhir;

Operator logika adalah operator yang digunakan untuk membandingkan 2 kondisi logika, yaitu logika benar (TRUE) dan logika salah (FALSE). Berikut adalah macam-macam operator logika:

  • OR, digunakan untuk mengambil atau menampilkan data dari table dengan kondisi atau syarat nilai salah satunya benar (TRUE) atau kedua-duanya benar (TRUE).
  • AND digunakan untuk mengambil atau menampilkan data dari table dengan kondisi atau syarat nilai kedua-duanya harus benar (TRUE).
  • NOT digunakan untuk mengambil atau menampilkan data dari table dengan kondisi nilai kebalikannya. Maksudnya jika nilai benar (TRUE) operator ini akan membalikan nilai tersebut menjadi salah (FALSE)

operator LIKE untuk menampilkan data pada tabel berdasarkan pencarian karakter sederhana. Berikut adalah contoh syntax : SELECT * FROM tabel WHERE kolom_pencarian LIKE keyword_pencarian; dimana MySQL menyediakan 2 karakter khusus untuk pencarian LIKE, yaitu karakter _ dan %, berikut penjelasannya :

  • _ adalah karakter ganti yang cocok untuk satu karakter apa saja.
  • % adalah karakter ganti yang cocok untuk karakter apa saja dengan panjang karakter tidak terbatas, termasuk tidak ada karakter.

Atau dapat mengganti kata kunci hasil pencarian tersebut dengan karakter lain, sebagai contoh:

  • a%: Cocok dengan kata yang diawali dengan a, dan diikuti dengan karakter apa saja, contoh: a, an, ats, aji, agysna, angga nur fadilah.
  • n_: Cocok dengan kata yang diawali dengan n, dan diikuti dengan satu karakter apa saja, contoh: na, ni, nu, ne, nd.
  • a__i: Cocok dengan kata yang diawali dengan a, diikuti oleh 2 karakter bebas, namun diakhiri dengan i, contoh: andi, ardi, anji.
  • %u: Cocok dengan seluruh kata dengan panjang berapapun yang diakhiri dengan huruf u, contoh: danu, lulu, dimas marwahyu.
  • %ia%: Cocok dengan seluruh kata yang mengandung kata ia, contoh: dania putri, nurul aulia, niana, diana, ian.

Perintah “INSERT” Untuk Menambah Data (CREATE), enambahkan sebuah data ke dalam tabel MySQL merupakan salah satu aktifitas yang paling sering dilakukan. Format perintah INSERT yang pertama kita bahas adalah yang paling sederhana, yaitu : INSERT INTO nama_tabel VALUES (nilai_kolom_1, nilai_kolom_2, nilai_kolom_3, …);

Perintah UPDATE digunakan untuk melakukan perubahan data pada tabel MySQL, yakni update baris atau record. Format dasar perintah UPDATE adalah sebagai berikut : UPDATE nama_tabel SET nama_kolom = nilai_baru, … WHERE kondisi;

Perintah “DELETE” Untuk penghapusan baris (atau disebut juga dengan record) dalam MySQL, kalian memerlukan beberapa syarat, yaitu nama tabel dimana baris atau record tersebut berada, dan kondisi untuk penghapusan tersebut. Berikut adalah format dasar penulisan perintah DELETE : DELETE FROM nama_tabel WHERE kondisi;

Join adalah penggabungan tabel yang dilakukan melalui kolom/key tertentu yang memiliki nilai terkait untuk mendapatkan satu set data dengan informasi lengkap. Lengkap disini artinya kolom data didapatkan dari kolom-kolom hasil penggabungan antar tabel tersebut. Penggabungan tabel diperlukan karena perancangan tabel pada sistem transaksional kebanyakan di-normalisasi, salah satu alasannya untuk menghindari duplikasi data. Pada bahasa SQL, operasi penggabungan antar tabel adalah operasi dasar database relasional yang sangat penting. Untuk mendukung perancangan database relasional yang baik. ada 3 cara untuk menggabungkan tabel (cara-cara dasar), yaitu:

  • INNER JOIN, tipe penggabungan tabel yang akan kita bahas pertama kali. Tipe penggabungan tabel ini akan mengambil semua baris dari tabel asal dan tabel tujuan dengan kondisi nilai key yang terkait saja, jika tidak terkait maka baris tersebut tidak akan muncul. Berikut adalah contoh penulisan perintah INNER JOIN : SELECT * FROM tabel_1 INNER JOIN tabel_2 ON tabel_1.kolom_terkait = tabel_2.kolom_terkait;
  • LEFT JOIN, perintah penggabungan tabel untuk menampilkan semua data sebelah kiri dari tabel yang di gabungkan dan menampilkan data sebelah kanan yang cocok dengan kondisi penggabungan. Jika tidak ditemukan kecocokan, maka akan di-set NULL (di cetak NULL) secara otomatis. Berikut adalah contoh penulisan perintah LEFT JOIN: SELECT * FROM tabel_1 LEFT JOIN tabel_2 ON tabel_1.kolom_terkait = tabel_2.kolom_terkait;
  • RIGHT JOIN, menampilkan semua data yang ada di tabel sebelah kanan dan mencari kecocokan key pada tabel sebelah kiri. Jika tidak ditemukan kecocokan, maka akan di-set NULL (di cetak NULL) secara otomatis. Berikut adalah contoh penulisan perintah RIGHT JOIN : SELECT * FROM tabel_1 RIGHT JOIN tabel_2 ON tabel_1.kolom_terkait = tabel_2.kolom_terkait;

MySQL menyediakan perintah tambahan yaitu AS untuk mengganti sementara nama tabel atau kolom. Disebut sementara karena pada dasarnya nama tabel tersebut tidak berubah, hanya di ganti pada saat ditampilkan dengan perintah SELECT. Di dalam bahasa SQL, perintah AS ini lebih dikenal sebagai alias dari nama kolom atau tabel yang sebenarnya. Alias ditujukan untuk mempermudah penulisan perintah atau mempercantik tampilan hasil dari perintah. Perintah alias (dengan query AS) bukan merupakan query SQL yang dapat berdiri sendiri seperti SELECT, UPDATE, maupun DELETE. AS digunakan sebagai penambahan untuk query SQL lainnya. Berikut adalah format dasar penulisan query alias : … nama_kolom_atau_tabel_asli AS nama_kolom_atau_tabel_alias …

Operator Aritmatika digunakan untuk melakukan operasi matematika. Operator Aritmatika adalah operator matematis yang terdiri dari operator penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, modulus (sisa pembagian). Operator Aritmatika umumnya digunakan pada perintah SELECT dan perintah UPDATE. Berikut ini tabel macam-macam operator aritmatika yang terdapat pada MySQL:

  • + penjumlahan
  • – pengurangan
  • * perkalian
  • / pembagian
  • % modulus atau sis pembagian

MySQL memiliki fungsi bawaan yang bisa digunakan untuk menyambungkan string atau menggabungkan string, yakni melalui fungsi CONCAT() (singkatan dari concatenating). Misalnya kalian ingin menyambungkan kolom kelas dengan jurusan pada tabel murid, berikut perintah yang bisa digunakan : SELECT nama_lengkap, CONCAT(kelas, jurusan) FROM murid;

Beberapa Fungsi (Functions) MySQL Yang Sering Digunakan, antara lain :

  • Fungsi COUNT
    COUNT merupakan perintah SQL yang berfungsi untuk menghitung record (baris) pada suatu tabel. Berikut contoh penggunaan fungsi COUNT : SELECT COUNT(*) AS ‘Total Record’ FROM barang;
  • Fungsi SUM
    SUM merupakan perintah SQL yang berfungsi untuk menjumlahkan isi kolom (field) yang bernilai angka (INTEGER). Berikut contoh penggunaan fungsi SUM : SELECT SUM(stok) AS ‘Jumlah Stok Barang’ FROM barang;
  • Fungsi MIN
    MIN merupakan perintah SQL yang berfungsi untuk menyeleksi (mengambil) nilai terendah (minimum) dari kolom (field) yang bernilai angka (INTEGER). Berikut contoh penggunaan fungsi MIN : SELECT MIN(harga) AS ‘Harga Terendah’ FROM barang;
  • Fungsi MAX
    Kebalikan dari MIN yaitu MAX. Jika MIN menyeleksi (mengambil) nilai terendah dari field (kolom) yang bernilai angka (INTEGER). Sedangkan MAX menyeleksi (mengambil) nilai tertinggi (maksimum) dari field (kolom) yang bernilai angka (INTEGER). Adapun contoh penggunaannya sebagai berikut : SELECT MAX(harga) AS ‘Harga Tertinggi’ FROM barang;
  • Fungsi AVG
    AVG berfungsi untuk mengkalkulasi nilai rata-rata dari kolom (field) yang bernilai angka (INTEGER). Adapun contoh penggunaannya sebagai berikut : SELECT AVG(harga) AS ‘Harga Rata-rata’ FROM barang;
  • Fungsi FLOOR
    FLOOR adalah fungsi pembulatan dalam SQL yang akan mengubah bilangan desimal atau bilangan bulat menjadi sesuai dengan bilangan sebelum desimal atau pembulatan ke bawah. Adapun contoh penggunaannya sebagai berikut : SELECT FLOOR(5.89) AS ‘Contoh 1’, FLOOR(5.12) AS ‘Contoh 2’;
  • Fungsi CEIL
    Fungsi SQL ini adalah kebalikan dari fungsi FLOOR. Perhatikan contoh berikut : SELECT CEIL(5.89) AS ‘Contoh 1’, CEIL(5.12) AS ‘Contoh 2’;
  • Fungsi ROUND
    ROUND adalah fungsi pembulatan default (mainstream). Bisa dibilang, penggunaan round merupakan pilihan aman bagi para programmer yang memang tidak mau ribet. Adapun contoh penggunaannya sebagai berikut : SELECT ROUND(5.89) AS ‘Contoh 1’, ROUND(5.12) AS ‘Contoh 2’;
  • Fungsi NOW
    NOW berfungsi untuk mengambil waktu sekarang, yang diambil dari server. NOW memiliki format yyyy-MM-dd H:i:s. Kalian bisa menggunakan fungsi NOW untuk mengambil waktu sekarang, jika kalian membutuhkannya. Adapun contoh penggunaanya sebagai berikut: SELECT NOW() AS ‘Waktu Sekarang’;
  • Fungsi DAY
    DAY merupakan perintah SQL yang berfungsi untuk mengambil hari pada field bertipe data DATE atau DATETIME. Adapun contoh penggunaanya sebagai berikut: SELECT nama_lengkap, DAY(tanggal_lahir) AS tanggal_kelahiran from murid;
  • Fungsi MONTH
    MONTH merupakan perintah SQL yang berfungsi untuk mengambil bulan pada field bertipe data DATE atau DATETIME. Adapun contoh penggunaanya sebagai berikut : SELECT nama_lengkap, MONTH(tanggal_lahir) AS bulan_kelahiran from murid;
  • Fungsi YEAR
    YEAR merupakan perintah SQL yang berfungsi untuk mengambil tahun pada field bertipe data DATE atau DATETIME. Adapun contoh penggunaanya sebagai berikut : SELECT nama_lengkap, YEAR(tanggal_lahir) AS tahun_kelahiran from murid;
  • Fungsi DATE_FORMAT
    DATE_FORMAT merupakan syntax SQL yang berfungsi untuk mengkostumisasi format tanggal. Adapun contoh penggunaanya sebagai berikut : SELECT nama_lengkap, DATE_FORMAT(tanggal_lahir, ‘%d %M %Y’) AS tanggal_lahir from murid;
  • Fungsi DATE
    DATE merupakan syntax SQL yang berfungsi untuk mengambil tanggal dari field bertipe data DATETIME. Adapun contoh penggunaanya sebagai berikut: SELECT DATE(‘2020-08-30 19:26:02’) AS ‘DATE dari DATETIME’;
  • Fungsi CURDATE
    CURDATE merupakan peritah SQL untuk mengambil tanggal sekarang, yang diambil dari server. Berbeda dengan NOW, CURDATE memiliki format yyyy-MM-dd. CURDATE sangat bermanfaat dalam pembuatan suatu aplikasi, misalnya kalian ingin menampilkan data tertentu berdasarkan tanggal sekarang. Kalian bisa menggunakan CURDATE untuk melakukan hal itu. Adapun contoh penggunaanya sebagai berikut : SELECT CURDATE() AS ‘Tanggal Sekarang’;
  • Fungsi REPLACE
    Fungsi REPLACE digunakan dalam MySQL untuk mengganti teks (satu atau kumpulan karakter) tertentu dengan teks lain. Berikut format penggunaan fungsi REPLACE: REPLACE(teks_yang_akan_diganti, teks_yang_dicari, teks_pengganti)
  • Fungsi LOWER dan UPPER
    LOWER adalah fungsi untuk mengubah huruf menjadi huruf kecil semua, sedangkan UPPER adalah fungsi untuk mengubah huruf menjadi huruf besar semua. Berikut adalah contoh penggunaan fungsi LOWER dan UPPER: SELECT LOWER(nama_lengkap) AS nama_lengkap, UPPER(jurusan) AS jurusan FROM murid;
  • Di dalam MySQL, View dapat didefinisikan sebagai tabel virtual. Tabel ini bisa berasal dari tabel lain, atau gabungan dari beberapa tabel. Tujuan dari pembuatan VIEW adalah untuk kenyamanan (mempermudah penulisan query), untuk keamanan (menyembunyikan beberapa kolom yang bersifat rahasia), atau dalam beberapa kasus bisa digunakan untuk mempercepat proses menampilkan data (terutama jika kalian akan menjalankan query tersebut secara berulang). Untuk membuat View di dalam MySQL, kalian cukup menggunakan format dasar sebagai berikut: CREATE VIEW nama_view_nya AS ‘query select disini’;
  • Fungsi IF
    Format penulisan fungsi IF: … IF(kondisi, nilai_benar, nilai_salah) …
    IF adalah fungsi untuk mengetes suatu kondisi. Jika kondisi bernilai benar, maka fungsi IF akan mengembalikan nilai_benar (lihat format di atas), jika tidak benar maka akan mengembalikan nilai_salah (lihat format di atas).
  • Fungsi CASE
    Format penulisan fungsi CASE:

    … CASE
    WHEN kondisi THEN jika_benar
    […n] — opsional
    [ELSE jika_tidak_ada_kondisi_yang_benar] — opsional
    END …
    Fungsi CASE hampir sama dengan fungsi IF, bedanya fungsi CASE digunakan untuk beberapa kondisi sekaligus, dan didalam SQL perintah CASE tidak bisa berdiri sendiri melainkan harus disisipkan dalam perintah SELECT.