Rubrik Pembelajaran 21CLD (21 Century Learning Desgn) dalah panduan berbasis riset dari Microsoft untuk merancang dan mengevaluasi aktivitas pembelajaran yang meningkatkan keterampilan siswa abad ke-21. Rubrik ini mencakup 6 dimensi: kolaborasi, konstruksi pengetahuan, regulasi diri, pemecahan masalah dunia nyata/inovasi, penggunaan TIK, dan komunikasi terampil. Setiap dimensi dinilai menggunakan 4-5 tingkat yang membantu guru mendesain ulang kegiatan belajar.
- Kolaborasi (Collaboration): Menilai sejauh mana siswa berbagi tanggung jawab dan membuat keputusan substantif bersama (contoh: desain bersama). Komponen Utama Rubrik Kolaborasi 21CLD
-
- Berbagi Tanggung Jawab: Siswa berbagi tanggung jawab secara setara untuk produk akhir.
- Keputusan Substantif Bersama: Siswa mengambil keputusan terkait konten, desain, atau substansi proyek bersama-sama.
- Saling Ketergantungan (Interdependensi): Pekerjaan satu siswa bergantung pada hasil kerja siswa lain (bukan sekadar membagi tugas lalu disatukan).
Tingkatan Rubrik Kolaborasi 21CLD
-
- Level 1 (Terendah): Siswa bekerja secara individu atau tidak berkolaborasi dalam mengambil keputusan substansial.
- Level 2: Siswa bekerja dalam kelompok, tetapi tidak berbagi tanggung jawab secara substantif (misal: berbagi tugas tanpa interdependensi).
- Level 3: Siswa berbagi tanggung jawab, tetapi tidak mengambil keputusan substantif bersama.
- Level 4: Siswa berbagi tanggung jawab dan membuat keputusan substantif bersama, namun tidak bekerja secara saling bergantung.
- Level 5 (Tertinggi): Siswa berbagi tanggung jawab, membuat keputusan substantif bersama, dan bekerja secara saling bergantung untuk menghasilkan produk akhir.
- Konstruksi Pengetahuan (Knowledge Construction): Mengukur apakah aktivitas menuntut siswa melampaui sekadar mengingat, memahami, atau mengaplikasikan, melainkan menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi untuk membangun pengetahuan baru. Berikut adalah detail konstruksi pengetahuan dalam rubrik 21CLD :
-
- Tingkatan Konstruksi (Rubrik): Rubrik ini mengukur sejauh mana pembelajaran menuntut siswa membangun pengetahuan. Tingkat rendah hanya mengharuskan reproduksi informasi, sementara tingkat tinggi mengharuskan interpretasi, sintesis, dan evaluasi.
- Transfer Pengetahuan: Konstruksi pengetahuan dianggap terjadi jika peserta didik menggunakan apa yang mereka pelajari untuk memecahkan masalah atau membuat produk di konteks yang berbeda (tidak hanya mengulang apa yang diajarkan).
- Aktivitas Utama: Siswa terlibat dalam kegiatan seperti analisis data, merancang solusi, atau melakukan evaluasi kritis, bukan hanya membaca atau mendengar.
- Peran Pendidik: Pendidik bertindak sebagai fasilitator yang merancang aktivitas berbasis praktik kolaboratif untuk membantu siswa berpikir tingkat tinggi, bukan hanya menyuapi informasi.
- Hasil Pembelajaran: Konstruksi pengetahuan bertujuan menghasilkan pembelajaran yang mendalam, kontekstual, dan relevan dengan tantangan abad ke-21.
- Regulasi Diri (Self-Regulation): Mengevaluasi apakah siswa merencanakan pekerjaan, mengatur diri sendiri, dan mendapatkan umpan balik untuk revisi. Rubrik regulasi diri dalam desain pembelajaran abad ke-21 (21CLD) dirancang untuk mengevaluasi sejauh mana aktivitas belajar mendorong peserta didik mengatur diri sendiri dalam proses belajarnya. Aktivitas belajar yang baik melibatkan kemampuan peserta didik untuk merencanakan, mengevaluasi, dan merevisi pekerjaan mereka berdasarkan umpan balik. Aktivitas terbaik bahkan mendorong revisi dan peningkatan karya secara berkelanjutan.
- Pemecahan Masalah Dunia Nyata & Inovasi (Real-World Problem Solving and Innovation): Fokus pada apakah aktivitas memecahkan masalah non-algoritmik (tidak ada jawaban langsung) dan berdampak di luar kelas.
- Penggunaan TIK untuk Pembelajaran (ICT for Learning): Menilai apakah teknologi digunakan sebagai alat untuk mengonstruksi pengetahuan, bukan sekadar mengganti pensil.
- Komunikasi Terampil (Skilled Communication): Mengukur apakah siswa menyajikan bukti pendukung dan menyesuaikan komunikasi dengan audiens tertentu. Berikut adalah garis besar tingkat kompetensi rubrik Komunikasi Terampil (21CLD):
-
- Tingkat 1 (Rendah): Siswa hanya menyampaikan informasi dasar, tidak memerlukan komunikasi yang didukung bukti, atau tidak terstruktur.
- Tingkat 2: Siswa menyajikan ide, tetapi argumen belum didukung dengan bukti yang kuat atau belum disesuaikan sepenuhnya dengan audiens.
- Tingkat 3: Siswa menyampaikan komunikasi yang terstruktur dan didukung bukti (data, fakta, argumen) untuk meyakinkan audiens.
- Tingkat 4 (Tinggi): Siswa menggunakan komunikasi multimoda (kombinasi lisan, tertulis, visual) yang berkesinambungan, terstruktur, dan disesuaikan secara khusus untuk audiens target untuk mencapai tujuan tertentu.
Kunci Komunikasi Terampil 21CLD:
-
- Bukti Pendukung: Menyampaikan ide yang didukung data atau argumen logis.
- Audiens & Tujuan: Menyesuaikan pesan, gaya, dan media untuk audiens spesifik.
- Multimoda: Menggunakan kombinasi teks, audio, visual, atau digital